Internet Asyik Internet Gaul

Pagi yang cerah, mentari menyeruak di ufuk Timur, menghembus sang bayu semilir menyapu wajah anak mungil yang sedang terpaku di beranda rumah kayunya. Aisyah namanya, ia terlahir di desa pinggiran pantai yang indah. Aisyah kecil menatap tajam seakan ingin tahu apa yang terjadi nanti jika ia berangkat sekolah. Senang dan haru selalu menyelimuti hatinya. Yah…karena semangatnya di sekolah untuk belajar internet seperti yang bu gurunya janjika tempo hari. Aisyah hobinya membuat cerita, waktu sang guru bertanya padanya. Guru yang sabar itu bernama Aini selalu membimbing anak – anaknya untuk membuat cerita, cerita apa saja mulai dari yang ia lihat sepanjang perjalanannya kesekolah ataupun yang pernah ia alami.

Aisyah sangat semangat hari itu , karena semua ceritanya akan di pindahkan ke dalam komputer. Yah hari itu perkenalan mereka dengan internet. Dari desa pinggiran pantai itu mereka mulai membuka dunia, kalau dulu buku adalah jendela dunia mungkin saat ini internet atau paman google menjadi jendela dunia…… Aisyah dan teman- temannya mulai membuat cerita yang akan mereka publikasikan ke dunia maya. “Hari ini ibu memberikan tugas pada kalian untuk membuat cerita dan mulai mengakses internet “ kata bu guru Aini. Asyik…..asyik…teriak Aisyah dan teman-temannya. Wah internet memang asyik katanya, sambil matanya yang belok menatap tajam ke komputer yang sudah di sediakan. Ia pun mulai membuka akses internetnya…dan wow….ia membuat sebuah cerita yang langsung ia publikaskan di internet, apa motivasinya….yah..hanya satu agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain, dan orang dapat membaca ceritanya, itu katanya saat bu Aini menghampirinya. Aisyah pun membuat blog pribadi, dengan foto-foto dokumennya, lengkap bahkan bisa menyalurkan bakat menulisnya. Semua yang dia lakukan adalah semata- mata agar membuat orang lain bahagia. Menebar kebaikan pada setiap orang yang ia kenal maupun tidak. Dengan internet Aisyahpun mempunyai banyak teman, tidak hanya teman di desanya namun juga teman dari luar daerah bahkan sampai luar negeri. Aisyah sangat bangga, karena internet membuat asyik dan membuat kita gaul, gaul dengan siapa saja melalui media dan teknologi. Aisyah pun menang lomba menulis di tingkat kecamatan tempat tinggalnya. Ia sangat senang sekali dan merasa beruntung dulu jika ia menulis hanya beberapa kawannya yang dapat membaca dan menikmati hasil karyanya namun sejak ia bergaul dengan internet dan terjun kedunia maya maka seluruh penjuru dunia dapat mengakses dan membaca ceritanya. Internet membuat kita eksis ya….kantanya dengan senyum manis mengembang di bibir merahnya kepada teman – temanya.

Sepintas cerita diatas sungguh menggambarkan bahwa internet tidak hanya milik sekelompok orang perkotaan, namun dari desa terpencilpun dapat mengaksesnya bahkan seiring perkembangan teknologi, internet adalah media yang sangat cepat memberikan informasi dan sangat membantu kita dalam membuat tugas, mencari referensi, bahkan media iklan terlaris saat ini jadi siapa takut untuk maju dengan internet maka ia akan tertinggal, menjadi gaptek mungkin………………..tetapi kita juga jangan mengandalkan 100%  internet , yang terbaik kita gunakan dengan cara yang positif dan kita mencari informasi yang positif yang bermanfaat bagi kita semua. Semangat Aisyah patut kita contoh karena meski ia dari desa pinggiran namun ia tidak merasa gaptek ( gagap teknologi ) sehingga ia bisa maju, tak berarti jarak membuat kita terbelenggu dengan informasi. Selain Aisyah juga ada cerita petani yang sukses berkat internet, ia membuat informasi hasil panennya sehingga pembeli dapat membeli dengan mudah dan keuntunganpun ia dapatkan. Mari kita eksis dengan internet.