Si Pencari Undur – Undur

Pagi yang cerah memacuku untuk melangkahkan kakiku menyusuri tepi pantai yang membuat senang anak-anak. Perjalanan kuawali dengan menyusuri tepi pantai dengan percikan angin pantai yang membuatku lebih nyaman karena deburan ombak kecilnya. Aku terpana saat memandang langit yang cerah tersembul cahaya mentari sedikit ragu karena tertutup awan hitam yang membuat cahayanya begitu indah terpancar.

Subhanallah betapa Hebat penciptanNya sehingga kita dapat memanfaatkan cahaya lembutnya di pagi hari. Belum habis rasa kagumku dengan penciptaan yang begitu sempurna, tiba-tiba sosok lelaki setengah baya membuatku penasaran, ia membawa galah yang terbuat dari bambu panjang dengan bagian bawah berupa serokan sebagai penghalus pasir pantai.Aku mendekati lelaki itu dan menanyakan mengapa ia selalu mondar-mandir menyusuri pantai dari barat ke timur berulang – ulang. Oh Tuhan …teryata ia menjari makhluk kecil dari bagian hewan laut yang ada di dalam pasir dan berada di tepi pantai. Yah..ia adalah pencari undur-undur, salah satu hewan pantai yang hidupnya di bawah pasir, dengan nilai gizi yang setara dengan udang, karena kandungan protein yang tinggi.

Undur-undur dapat di konsumsi dengan cara di goreng atau pun di buat rempeyek, yang cukup di gemari oleh masyarakat sekarang ini. Emm aku baru tau ternyat asangat sulit mencari undur-undur tersebut karena mata kita harus jeli melihat pasir yang sudah halus tersebut ke atas pertanda di dalamnya terdapat undur-undur tersebut. Setiap pagi dan sore lelaki setengah baya itupun malakukan aktivitasnya dengan luar biasa tanpa rasa mengeluh udara dingin di pantai yang begitu menyengat tulang -tulangnya, tubuhnya yang kurus selalu diterpa angin laut membuatnya tak henti terbatuk-batuk. Sekelumit pelajaran yang dapat kita ambil hikmahnya yaitu :

1. Memanfaatkan kesabaran dalam meraih sesuatu

2. Menggunakan cara bijaksana dalam menangkap hewan tanpa harus mencemari lingkungan

3. Kesederhanaan yang selalu terukir di setiap sikap

4. Legowo, nerimo dan lapang hati dengan segala karunia Allah SWT.

5. Mandiri tanpa bergantung dengan orang lain.

semoga tulisan ini bermanfaat. amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s