TAURAN LAGI TAWURAN LAGI

Terdengar olehku berita di televisi tentang tawuran. Aku terhenyak seketika mengelus dada, dunia pendidikan ini sudah tercoreng lagi oleh ulah anak –anak didik kita yang mengaku “ paling hebat, paling pandai “ yah..mereka paling jago dalam hal tawuran. Sungguh ironis bangsa ini generasi yang kita idamkan menjadi penerus dan pengganti pemimpin bangsa yang adil sudah mulai melakukan hal kriminal yakni tawuran antar sekolah. Kemana para pendidik, kemana aparat negara, dan kemana pemimpin bangsa ini ? itulah pertanyaan yang selalu ada jika kita melihat tawuran anak- anak SMA terjadi lagi. Salah siapa…? Apakah salah pendidik, orang tua atau pemimpin bangsa , sungguh tak bisa kita temukan jawabannya, karena semua itu saling terkait, dan kita tidak dapat menyalahkan satu dengan yang lainnya. Mengapa hanya pertanyaan salah siapa yang kita gembar –gemborkan selama ini hanya  saling menyalahkan kepada mereka, kenapa tidak kita rangkul anak – anak usia SMA itu dengan segudang kegiatan yang jauh lebih bermanfaat daripada tawuran, dengan memberikan kegiatan organisasi, ataupun mengiatkan program peduli lingkungan yang akan mengalihkan perhatian mereka dari satu kata tersebut “TAWURAN “

Mereka generasi bangsa ini, mereka calon pemimpin bangsa ini, siapa lagi kalau bukan kita para pendidik, orang tua yang memperhatikan keberadaan mereka . Bangsa ini seharusnya bangga mempunyai generasi yang kuat, namun jangan lenggah kekuatan mereka itu dapat merugikan jika berada di genggaman orang yang tidak bertanggungjawab. Masa muda yang sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan, oleh keadaan dunia luar, oleh mode dan juga trend. Mereka punya potensi yang dapat kita kembangkan menjadi insan yang berjiwa cinta damai, menjadi pemimpin yang super pandai mengatur negara sehingga jauh dari ketidaktentraman, dan kerusuhan.

Dulu masa kita masih SMA sangat jauh dari kata TAWURAN, karena kita ditanamkan budi pekerti yang luhur, moral yang kuat serta faktor terpenting adalah pondasi iman yang orangtua tanamkan dari keluarga kita. Meski dengan fasilitas sederhana kita menuntut ilmu tak terbuang waktu sia- sia hanya untuk membahas hal sepele sehingga memicu terjadinya tawuran antar sekolah. Kegiatan silaturahmi antar sekolah sangat penting, kegiatan Rohis yang dulu pernah ada di SMA – SMA mungkin lebih baik dikembangkan kembali. Olimpiade Sains IPTEK dan matematika sangat luar biasa berpengaruh pada kepribadian anak- anak SMA, karena dengan mengikuti kegiatan tersebut mereka akan lebih banyak tahu hal- hal yang sangat berguna dalam kehidupan. Kepramukaan yang dulu sangat di banggakan di negeri inipun kiat hari kian meredup. Padahal dari kegiatan Kepramukaan itu anak- anak dapat belajar banyak hal antara lain kontrol emosi dengan keagamaan, kemanusaiaan, kepemimpinan, ukhuwah/kebersamaan, kemandirian dan juga penggunaan alam semesta sebagai lahan dan tempat kita tinggal dan mencari makan. Harapan demi harapan kiat tertumpu pada mereka sang generasi penerus bangsa. Indonesia bisa menjadi lebih baik jika genersi penerusnya juga berakhlak mulia.

Iklan